Beranda Berita Terlibat Pemasangan Gerbang Elektrik Al Aqsa, UN Women Boikot G4S

Terlibat Pemasangan Gerbang Elektrik Al Aqsa, UN Women Boikot G4S

BERBAGI
Aksi boikot G4S/palestinecampaign.org

Amman, AHAD.CO.ID- Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan “UN Women” di Yordania mengakhiri kontraknya dengan perusahaan G4S, salah satu perusahaan keamanan terbesar di dunia yang memberikan layanan keamanan di entitas penjajah Zionis.

Gerakan “Jordan BDS” menyambut baik langkah ini dan menyampaikan terima kasih kepada Badan PBB tersebut atas sikap yang diambilnya karena sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang diserukannya.

G4S adalah perusahaan keamanan terbatas, yang didirikan pada tahun 1939. Perusahaan ini merupakan perusahaan keamanan kedua terbesar di Israel. Perusahaan ini menyatakan dirinya di bawah nama “kelompok intelejen khusus dalam pelayanan keamanan sipil”.

Perusahaan (yang merupakan bagian dari perusahaan Inggris) ini mempekerjakan petugas keamanan, petugas perawatan dan kebersihan keamanan, dan memiliki ribuan klien, termasuk institusi pemerintah (Zionis), pabrik, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, jaringan ritel, rumah sakit dan hotel, memiliki 8000 pekerja.

Di antara kegiatan penting dan terbaru perusahaan ini adalah partisipasinya dalam pemasangan gerbang elektronik di masjid al-Aqsha pada bulan Juli lalu, yang kemudian dibongkar setelah mendapatkan perlawanan dari warga al-Quds.

Dengan demikian, UN Women termasuk Badan PBB kelima di Yordania yang mengakhiri kontraknya dengan G4S setelah Prgram Pangan Dunia PBB (WFP), Organisasi PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS), Dana PBB untuk Anak (UNCEF) dan Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengakhiri kontraknya.

Perusahaan G4S memiliki catatan pelanggaran HAM dan pengungsi di sejumlah negara. Hal ini yang mendorong puluhan kampus, asosiasi dan dana investasi serta lembaga-lembaga lainnya di seluruh dunia mengakhiri kontraknya dengan perusahaan tersebut dan menarik investasinya dari perusahaan tersebut karena tekanan kampanye pemboikotan.

Baca juga :   MUI Banten: Tindak Perusahaan Pemaksa Karyawan Pakai Atribut Natal

Gerakan “Jordan BDS” memimpin aksi-aksi dan komunikasi untuk menekan PBB melalui kampanye global yang diluncurkan pada tahun 2015 lalu dan terakhir adalah aksi di depan “UN Women” dalam peringatan hari Nakbah tahun ini yang diikuti oleh sejumlah lembaga masyarakat sipil.

Jordan BDS meminta dua kantor PBB (UNDP dan UNDP MENA) di Yordania, merupakan lembaga PBB terakhir yang melakukan kontrak dengan G4S, agar mengakhiri kontraknya berdasarkan peraturan pelaksanaan pemasok PBB, United Nations Global Compact, laporan Pelapor Khusus PBB di Wilayah Palestina dan dokumen-dokumen PBB lainnya yang dibuat sendiri oleh PBB untuk mereka sendiri.

Jordan BDS mengatakan, “Sayangnya, sikap UNDP bertentangan dengan dokumen-dokumen yang dikeluarkan PBB sendiri. Ini berbeda dengan lembaga-lembaga PBB lainnya yang secara nyata mengungkapkan komitmennya terhadap HAM dengan mengakhiri kontraknya dengan perusahaan ini.”

Jordan BDS menegaskan komitmennya untuk terus melakukan tekanan kepada seluruh pihak yang melakukan kontrak dengan G4S di Yordania, bersamaan dengan tekanan yang terus dilakukan pada level dunia dan Arab di Libanon, Kuwait dan Maroko sampai perusahaan ini menarik investasinya yang tersisa secara keseluruhan dari negara penjajah Ziobis, termasuk di antaranya adalah kontrak dengan akademi polisi Israel di al-Quds.

PALINFO | DAMAR ABDUL HAYY