Beranda Berita Sebanyak 122.490 Pengungsi Gunung Agung Membutuhkan Bantuan Logistik

Sebanyak 122.490 Pengungsi Gunung Agung Membutuhkan Bantuan Logistik

BERBAGI
warga bersama-sama menyiapkan sarapan pagi bagi pengungsi Gunung Agung/RZ

Bali, AHAD.CO.ID- Aktivitas Relawan Rumah Zakat hari Jumat (29/09) pagi ini adalah menyiapkan sarapan untuk para pengungsi yang berada di sekitar Pos Kemanusiaan Rumah Zakat di Masjid Nurul Huda Glegel, Kp Glegel Kecamatan Klungklung, Kabupaten Klungklung Bali. Berdasarkan data BNPB, jumlah pengungsi terus bertambah mencapai 122.490 jiwa tersebar di 508 titik pengungsian.

Selain menyiapkan makanan berat, Relawan juga menggelar Pos Hangat yang menyediakan minuman hangat bagi para pengungsi. “Selain makanan berat, Pos Hangat kami sediakan. Selain itu, hari ini kami akan menggelar kegiatan bermain sambil belajar untuk anak-anak. Dan karena kami melihat mulai ada warga yang sakit, maka rencananya besok akan mengadakan aksi siaga sehat,” ungkap Dhika, Relawan Rumah Zakat.

Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali masih tetap tinggi. PVMBG melaporkan terpantau 329 kali gempa vulkanik dangkal, 444 kali gempa vulkanik dalam, dan 56 kali gempa tektonik lokal. Secara visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak. Jumlah gempa ini lebih banyak daripada Selasa (26/09) kemarin. Bahkan getaran gempa yang dirasakan juga meningkat oleh warga sekitar.

Baca juga :   Alumni ABI 212 dan Alumni Parade Tauhid Deklarasikan Parade Munajat 212

Rekomendasi PVMBG adalah masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung maupun di seluruh area di dalam radius 9 kilometer dari puncak G. Agung. Di dalam radius ini tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalamnya.

Pengungsi berada di GOR, balai desa banjar, rumah penduduk dan kerabatnya. Banyak titik pengungsian menyebabkan distribusi logistik dan bantuan terkendala karena petugas harus menyalurkan ke lokasi pengungsian yang terpencar.

“Kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini diantaranya tambahan logistik dan dapur umum, air mineral, selimut, obat-obatan dan tenda,” ujar Dhika.

DAMAR ABDUL HAYY