Beranda Berita Tak Mampu Hadirkan Ustaz Alfian, JPU Dituding Lecehkan Lembaga Pengadilan

Tak Mampu Hadirkan Ustaz Alfian, JPU Dituding Lecehkan Lembaga Pengadilan

BERBAGI
Ustaz Alfian Tanjung/Ist

Surabaya, AHAD.CO.ID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak dapat menghadirkan Ustaz Alfian Tanjung karena sampai sidang berakhir, Ustaz Alfian masih berada dalam tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Demikian diungkap Koordinator Tim Advokasi Ustaz Alfian Tanjung (TAAT), Drs. Abdullah Al Katiri, S.H.

“Seharusnya beliau hari ini (Rabu, 27/9) dihadirkan oleh JPU dalam persidangan di PN Surabaya atas pelimpahan ulang (dakwaan baru) oleh Kejari Tanjung Perak,” katanya di Surabaya, Rabu (27/9) malam.

Ketidakmampuan JPU untuk menghadirkan Ustaz Alfian ini, menurutnya merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap lembaga pengadilan. JPU sepatutnya menghadirkan Ustaz Alfian kalau JPU memang serius menegakkan hukum. JPU yang tidak mampu menghadirkan Ustaz Alfian maka dapat dikatakan JPU tidak bertanggungang jawab atas keputusannya mengajukan dakwaan barunya.

“Dan di sini jelas JPU dalam menangani perkara ini tidak menunjukkan sebagai penegak hukum yang profesionl,” tambah Alkatiri.

Lebih lanjut dia menjelaskan, seseorang yang didakwa tetapi tidak dihadirkan Terdakwanya, sama saja mendakwa main-main. Hal ini jelas-jelas melanggar KUHAP, dan jika penegak hukum tidak mampu memberikan kepastian hukum seperti ini akan sangat berbahaya untuk penegakan hukum di Indonesia yang menganut negara hukum (rechstaat).

Baca juga :   Kembali, Masjid Bellevue Islamic Center Amerika Terbakar

“Dengan ketidakmampuan JPU menghadirkan Ustaz Alfian dalam persidangan, JPU telah menunjukkan kelemahannya dalam melakukan koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam hal ini Polda Metro Jaya dan MAKO BRIMOB,” kata dia.

Seperti diketahui, PN Surabaya telah mengeluarkan Surat Penetapan hari sidang nomor perkara 2664/Pid.Sus/2017/PN.Sby tertanggal 19 September 2017, di antara isinya “hari sidang pada hari Rabu tanggal 27 September 2017” dan “Memerintahkan kepada Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak untuk menghadapkan terdakwa Drs. Alfian Tanjung…” . Hal ini membuktikan bahwa penegakan keadilan tersandera oleh ketidak profesionalitasan JPU.

DANIEL AMRULLAH