Beranda Ekonomi Rumah Zakat Dorong Peternak Lele di Jogja Kembali Berdaya

Rumah Zakat Dorong Peternak Lele di Jogja Kembali Berdaya

BERBAGI
Dokumentasi Rumah Zakat

Yogyakarta, AHAD.CO.ID- Akhir bulan September, Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi menyalurkan bantuan modal usaha bergilir kepada Peternak ikan di Desa Berdaya Jatirejo, Kec. Lendah, Kulon Progo, DIY.

Bantuan ini diberikan pada hari Jumat (22/09) siang kepada salah satu pelaku usaha budidaya ikan yaitu Bapak Pitoyo yang tinggal di Pedukuhan Jimatan, Jatirejo sebesar Rp 1,5 juta. Bantuan ini akan digunakan untuk membeli benih ikan lele, pakan pelet, jaring, pupuk kandang, obat dan probiotik untuk penyiapan lahan kolam sebelum ditebar benih ikan lele. Demikian keterangan yang diterima AHAD.CO.ID, Selasa (26/9).

Pitoyo, bapak dari dua anak yang juga seorang petani memaparkan perjuangannya dalam menjalani usaha. “Dulu itu pernah panen ikan lele satu kali mas, tapi hasil keuntungan dari panen ikan lele tersebut ketika dibagi ke semua anggota kelompok perolehannya jadi kecil banget per orangnya,” tutur Pak Pitoyo kepada Fasilitator Pemberdaya Rumah Zakat.

Atas dasar itu, Fasilitator pemberdaya Desa Berdaya Jatirejo, Nadi Susanto mencoba menerapkan strategi model bantuan bergilir yang langsung menyasar secara individu dari anggota Kelompok ikan yang sempat terbentuk, dimulai dari Bapak Pitoyo terlebih dahulu dengan pertimbangan yang sudah punya kolam sendiri namun tidak termanfaatkan karena keterbatasan modal.

Fasilitator Pemberdaya Rumah Zakat, Nadi Susanto mengatakan, Budidaya ikan lele sebenarnya mempunyai prospek pasar yang sangat besar. Dengan kebutuhan akan konsumsi lele di Yogyakarta menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Yogyakarta tahun 2009 mencapai sekitar 14 ton dalam sehari, dan produksi sekitar 4 ton sehari atau sekitar 30% saja.

“Mungkin kalau sekarang bisa lebih tinggi lagi kebutuhannya. Ada sekitar 6.500 pedagang lesehan di Yogyakarta, misalkan satu pedagang butuh 1 kg saja, maka kebutuhan untuk memenuhi warung lesehan saja sudah mencapai 6-7 ton sehari, belum warung makan yang lainnya. Tentu ini menjadi peluang besar,” katanya.

Baca juga :   Bidik Halal Tourism, BUMD Jakarta Berencana Bangun Hotel Syariah

Oleh karena itu, lanjutnya dengan pengalaman ikut pelatihan dan mempelajari seluk beluk tentang budidaya ikan sistem probiotik, dia ingin membantu dan mendorong warga Jatirejo khususnya peternak ikan untuk menekuni dan mengembangkan usaha ini agar benar-benar bisa menghasilkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Harapannya nanti Desa Berdaya Jatirejo bisa menjadi salah satu sentra penghasil ikan lele di Yogyakarta,” kata dia.

Bapak Pitoyo pun menambahkan, “Semoga dengan kehadiran program bantuan dari Rumah Zakat ini, bisa menghidupkan lagi kelompok ikan yang sempat vakum, memberikan semangat kami untuk kembali menekuni usaha budidaya ikan lele. Karena bantuan ini sifatnya bergilir, maka dari satu anggota yang memperoleh bantuan akan didampingi secara intensif supaya nantinya bisa menghasilkan dan modal bisa kembali sehingga bisa digilirkan ke anggota kelompok yang lainnya. Dengan begitu tiap dari anggota kelompok akan memiliki usaha budidaya ikan lele sendiri sehingga rasa memiliki akan usaha tersebut muncul dari tiap kami anggota kelompok, dan menjadi harapan kami untuk bisa mensejahterakan ekonomi kelompok kami,” tuturnya.

DANIEL AMRULLAH