Beranda Berita Mursyid Aam ke-7 IM Meninggal di Penjara Pemerintah Mesir

Mursyid Aam ke-7 IM Meninggal di Penjara Pemerintah Mesir

BERBAGI
Mursyid Aam ke-7 Ikhwanul Muslimin, Mahdi Akef/Anadolu

Kairo, AHAD.CO.ID- Keluarga mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mohamed Mahdi Akif, mengumumkan bahwa Mahdi Akif telah meninggal di penjara di Mesir setelah kesehatannya memburuk pada umur 89 tahun, di tengah laporan yang berkembang bahwa pihak berwenang Mesir mencegah pemakamannya.

Abdel-Moneim Abdel Maqsoud, ketua tim pembela Akef, mengatakan kepada kantor berita Anatolia bahwa “Akef ditahan di rumah sakit Al-Qasr al-Aini di pusat kota Kairo setelah kesehatannya memburuk selama beberapa bulan terakhir.” .

Dia menambahkan bahwa shalat jenazah akan diadakan di masjid rumah sakit tersebut pada hari Jumat, di hadapan istri, anak perempuannya, pengacara dan sejumlah keluarganya. Dia akan dimakamkan di makam keluarganya di Kairo.

“Pasukan keamanan rezim tersebut mencegah keluarga Muhammad Mahdi Akif, mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin, untuk melaksanakan shalat jenazah dan memaksa keluarganya agar menguburkannya di malam hari tanpa prosesi pemakaman, jamaah menganggap hal tersebut sebagai upaya untuk menyiksa “sang Mujahid “.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok IM menyalahkan pihak berwenang Mesir atas kematian mantan pemimpinnya, karena pemerintah tetap bersikeras “memenjarakan dia dan menyiksanya meskipun beliau menderita penyakit dan kemudian dengan sengaja membunuhnya.”

Juru bicara Ikhwanul Muslimin Talat Fahmy mengatakan bahwa “kematian Akef adalah pembunuhan secara sistematis,” menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menggunakan kekerasan sebagai pembalasan baginya.

Kelompok tersebut meminta ” semua anak Gerakan Islam dan semua kaum pembebasan di dalam dan di luar Mesir untuk melakukan shalat ghaib untuk mantan mursyid ‘am “.

Pasukan keamanan Mesir menahan Akef pada Juli 2013, menyusul penggulingan Presiden Mohamed Morsi.

Selama empat tahun setelah penangkapannya, kesehatannya memburuk, seperti yang pernah dilaporkan bahwa ia memiliki penyumbatan pada saluran empedu dan kanker. Pengadilan tersebut tidak menanggapi puluhan permintaan dari tim pembela untuk membebaskannya.

Baca juga :   Said Didu: Parpol Jangan Rusak Budaya Himpunan Alumni IPB

Mahdi Akif adalah Mursyid ‘am yang ketujuh dalam sejarah IM. Dia lahir di provinsi Dakahlia di Mesir pada tahun yang sama dimana Ikhwanul Muslimin lahir pada tahun 1928 dan bergabung dengannya pada usia 12 tahun. Dia adalah salah satu pejuang dalam menghadapi kolonialisme Inggris di Mesir.

Dia ditangkap pada tahun 1954 dan dijatuhi hukuman mati, kemudian dipekerjakan untuk kerja paksa.Dia dibebaskan setelah 20 tahun di penjara. Lalu ia bekerja sebagai guru kebugaran fisik di Mesir dan seorang general manager untuk pemuda di Kementerian Konstruksi.

Dia pindah ke Arab Saudi dimana disana ia bertugas sebagai konsultan Forum Pemuda Dunia Islam dan Jerman dan menjabat sebagai Direktur Jenderal Islamic Center di Munich sebelum kembali ke Mesir untuk dipilih ke Kantor Bimbingan Ikhwanul Muslimin dan anggota Majelis Rakyat Mesir tahun 1987.

Di era digulingkannya Presiden Hosni Mubarak, Akef telah dipenjara sejak 1996 dan telah dijatuhi hukuman beberapa kali.

Pada tahun 2004, dia terpilih sebagai Mursyid ‘am setelah wafatnya mursyid Makmun al-Hudaibi, dan mengakhiri jabatan di Kantor irsyad pada tahun 2010, lalu menolak permintaan perpanjangan untuk dipilih sebagai wakilnya Mohamed Badi.

Dia ditangkap kembali dengan ribuan penentang kudeta tahun 2013, dan kemudian di tahun ini pula ia dipindah ke perawatan intensif di sebuah rumah sakit setelah kesehatannya memburuk.

ALJAZEERA | DANIEL AMRULLAH