Beranda Berita Ketua GISS Ust Al-Khaththath bertemu dengan Habib Rizieq

Ketua GISS Ust Al-Khaththath bertemu dengan Habib Rizieq

BERBAGI

Jakarta, AHAD.CO.ID- Ketua Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS), Ust Muhammad Al Khaththath bertemu dengan Habieb Rizieq Shihab, Ketua Dewan Penasihat dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) saat ibadah haji di Tanah Suci Mekah, Arab Saudi.

Dalam keterangan tertulisnya, Ahad (3/9), Ketua (GISS) Ust Muhammad Al Khaththath menyebutkan rombongan Koornas GISS bersama ribuan jamaah haji Indonesia yg tergabung dalam Travel Az Zahrah pimpinan Ibu Umi Kultsum, dan sejumlah travel lainnya, mengikuti khutbah Arafah yg disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab.

“Kemudian dilanjutkan Sholat dzuhur dan ashar dijamak Qashar dengan imam KH Maksum dari Cikole Ciamis. Beliau adalah Imam FPI Jawa Barat yang memimpin rombongan pejalan kaki dari Ciamis ke Jakarta saat mengikuti Aksi Belas Islam (ABI) 212 tahun lalu,” ungkap Al- Khaththath.

Dari pagi sampai sore, Habib Rizieq yang juga Ketua Dewan Penasihat GISS, menerima para jamaah haji yang ingin bersalaman dan berfoto bersama beliau termasuk.

Di antara mereka adalah Habib Salim Barakwan dari Condet, Zahir Khan dari DDII, KH Hasanudin Bakri dari Lumajang, KH. Nurhuda dari Ploso Jombang Jawa Timur, sejumlah anggota DPR-RI, dan para personil Grup Band Wali .

Baca juga :   Ini Enam Biro Umrah yang Paling Banyak Diadukan ke YLKI

Sebelum belum bertolak ke Muzdalifah, jamaah wuquf melaksanakan Sholat Jamak Maghrib dan Isya di tenda wuquf di ArafaH.

Setelah bermalam dan ambil batu di Muzdalifah, rombangan koornas GISS bersama Habib Rizieq melaksanakan tawaf ifadloh serta sai di masjidil haram lalu cukur rambut di barber shop.

Seusai sholat maghrib, Rombangan Koornas GISS bersana Hb Rizieq lempar jumrah aqabah dan balik lagi ke Arafah lewat tengah malam.

Kemudian rombongan Koornas GISS bersama Habieb Rizieq melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah lalu kembali ke Makkah tengah malam.

“Semoga menjadi mabrur dan bisa mendoakan agar terwujud persatuan dan kesatuan umat; munculnya kepemimpinan nasional yang punya integritas, kuat, dan berani dari masjid; serta keselamatan muslimin Rohingya dari kebiadaban rejim Myanmar,” kata Al- Khaththath.

TJAHJA GUNAWAN