Beranda Berita JSIT : Inovasi adalah Ciri Sebuah Organisasi yang Hidup

JSIT : Inovasi adalah Ciri Sebuah Organisasi yang Hidup

BERBAGI

Jakarta, AHAD.CO.ID- Tepat pada hari Ahad (27/8/2017) sebanyak 80 pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia dilantik di Gedung Ki Hajar Dewantoro Taman Wiladatika Cibubur Jakarta. Pengurus ini akan berkhidmah selama 4 tahun ke depan hingga tahun 2021. Tema Pelantikan ini adalah “Berdaya SDMnya, solid timnya, berkelas prestasinya.”

Ketua Umum JSIT Indonesia, Drs. H. Mohammad Zahri, M.Pd menyatakan bahwa kesolidan tim akan mampu mewujudkan arah kebijakan organisasi. Zahri berharap 80 personil ini mampu menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menjalankan amanah tanpa perpecahan dan tanpa pertikaian.

“Berkelas prestasinya menunjukkan hasil-hasil kerja yang bermanfaat bukan saja untuk seluruh anggota JSIT, melainkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melahirkan pencapaian-pencapaian yang luar biasa” ungkapnya.

Zahri dalam sambutannya mengungkapkan bahwa wujud penyelenggaraan dan pengelolaan sekolah yang berkualitas adalah menciptakan kerjasama yang efektif antar sekolah-sekolah yang memiliki visi, misi, dan cita-cita yang sama. Melalui kerjasama inilah menurutnya, program-program strategis pemberdayaan institusi sekolah dapat terlaksana. Selain itu, Zahri berharap akan terjadi sinergi di antara sekolah-sekolah yang terlibat yang pada gilirannya melahirkan kreatifitas pemberdayaan sekolah secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Zahri menmbahkan bahwa kerjasama efektif antara Sekolah-sekolah Islam Terpadu diharapkan dapat menjalankan peran untuk mempengaruhi kebijakan Pendidikan Nasional demi kemaslahatan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

“Forum atau organisasi yang akan memungkinkan terjadinya kerjasama antara sekolah-sekolah tersebut menjadi tuntutan yang tak terelakkan, dan dengan ini Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT INDONESIA) diharapkan dapat merealisasikan tujuan dan cita-cita tersebut.” tambah Zahri.

Struktur Pengurus Pusat JSIT Indonesia Periode 2017-2021 ini yang sebelumnya terdiri dari 7 Departemen, bertambah menjadi 10 Departemen: Departemen Pramuka SIT, Departemen Penjamin Mutu, Departemen Pembinaan dan Prestasi Siswa, Departemen Bina Pribadi Islami, Departemen Sosial Kemanusiaan, Departemen Hubungan dan Kerjasama Internasional, Departemen Kelembagaan dan Orangtua, Departemen Hubungan Masyarakat dan Advokasi, Departemen Pengembangan Usaha, dan Departemen Riset dan Pengembangan.

Baca juga :   Universitas di Saudi Buka Kelas Mengemudi Bagi Perempuan

Saat ini, terdapat 2.067 Sekolah Islam terpadu yang tergabung pada JSIT Indonesia. Sekolah-sekolah ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT. Keanggotaan JSIT ada 2.461 sit dari 33 provinsi di Indonesia dengan 33 ketua wilayah/provinsi, 7 ketua regional (membawahi beberapa wilayah).

Dalam arahannya, Dr. Sukro Muhab, M.Si yang kini menjadi Ketua Dewan Pembina menaruh harapan besar pada Pengurus periode ini untuk memiliki komitmen dan keinginan kuat untuk berdakwah di dunia pendidikan. Ia berpesan kepada Pengurus baru ini memberikan kesadaran kepada pengelola sekolah-sekolah Islam terpadu yang ada di seluruh wilayah Indonesia tumbuh kesadarannya untuk memfokuskan pada orientasi dakwah sebagai panglimanya. Peningkatan kualitas sekolah berbasis dakwah adalah hal yang utama, jangan jadikan bisnis sebagai orientasi utama.

“Terobosan atau inovasi adalah ciri sebuah organisasi yang hidup. Aktivitas JSIT jangan hanya menjalankan apa yang sudah dilakukan, bukalah pintu-pintu terobosan baru yang dapat memperluas dan menguatkan organisasi” pesan Sukro.

HENRY SUNDANY