Beranda Berita Kasus Ade Armando Dihentikan Polisi, LBH Street Lawyer Lawan Lewat Praperadilan

Kasus Ade Armando Dihentikan Polisi, LBH Street Lawyer Lawan Lewat Praperadilan

BERBAGI
Tim LBH Street Lawyer dan Johan Khan yang melaporkan Ade Armando menghadiri Praperadilan di PN Jakarta Selatan/Ist

Jakarta, AHAD.CO.ID- LBH Street Lawyer menyatakan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang menghentikan kasus penistaan agama dengan tersangka Ade Armando merupakan hal yang tidak masuk akal.

“Tindakan tersebut merupakan tindakan yang tidak profesional dan tidak bertanggung jawab. SP3 yang dikeluarkan Ditreskrimsus menurut kami tidak masuk akal dan merupakan tindakan yang tidak didasari atas hukum,” kata Direktur Legal LBH Street Lawyer, Kamil Pasha di Jakarta, Senin (21/8)

Menurutnya perkataan Ade Armando dalam akun media sosial baik twitter mupun Facebook, yang menyebut “Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatNya dibaca dg gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop….”, sangat menyakiti perasaan umat Islam.

“Sehingga penghentian kasus tersebut juga ikut menyakiti perasaan umat Islam,” jelasnya.

Karena itu dengan menimbang poin-poin tersebut, LBH Street Lawyer mengajukan permohonan praperadilan, agar kasus Ade Armando dilanjutkan.

Baca juga :   Bahas Tata Kelola Wakaf, BWI Gelar Seminar Internasional

Sebelumnya polisi menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus dugaan penodaan agama yang melibatkan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus ini sehingga penyidikan dihentikan.

“Itu (keluar SP3) karena kita telah memeriksa beberapa saksi. Saksi bahasa, pidana, dan ITE, dari hasil itu para ahli tidak menemukan unsur pidana,” kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/2/2017).

FADLI ALIEF | DUDY SYA’BANI TAKDIR