Beranda Headline Strategi Jokowi: Membangun Indonesia Menuju Bangsa Rp11,000

Strategi Jokowi: Membangun Indonesia Menuju Bangsa Rp11,000

BERBAGI
Asyari Usman/sumber foto: dokumentasi pribadi

Oleh Asyari Usman
Wartawan Senior

AHAD.CO.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini mengeluarkan definisi rakyat miskin. Menurut BPS, kalau seseorang berpenghasilan Rp11,000 (sebelas ribu rupiah) sehari, itu tidak masuk kategori miskin. Kalau tidak masuk kategori miskin, berarti masuk kategori kaya. Simpel!

Mungkinkah BPS sedang pikun juga, seperti Golkar dan sejumlah parpol lainnya yang sedang pikun dalam berpolitik? Semoga BPS tidak begitu. Biasanya, BPS memiliki data lengkap. Maksudnya, kalau mereka katakan dengan uang Rp11,000 bisa hidup, itu artinya mereka sudah mengumpulkan semua fakta tentang kemampuan uang sebelas ribu.

Sebetulnya, semua orang miskin wajar berterima kasih kepada BPS. Sebab, status Rp11,000 sehari tidak miskin, membuat puluhan juta rakyat “diangkat” martabatnya oleh BPS menjadi “orang kaya”. Bukankah ini suatu kehormatan? Tentu saja iya. Bersyukurlah Anda, wahai rakyat miskin.

Baca juga :   Artidjo, Sebuah Pakta Integritas

Cuma, apakah mereka, para eksekutif BPS, pernah mencoba sendiri hidup Rp11,000 sehari, kita belum tahu. Bisa jadi mereka belum pernah merasakannya. Karena itu, saudara-saudara BPS kita ajak untuk bersebelasribuan di pedesaan apalagi di perkotaan. Kita siap menemani mereka untuk melakukan ujicoba sebelas ribu. In-sya Allah, banyak yang siap mendampingi beliau-beliau.

Tetapi, belum pun dicoba langsung, saya yakin hidup Rp11,000 sehari, banyak khasiatnya. Bisa mengurangi kolesterol, gula darah, asam urat, dll. Sebab, dari uang segitu Anda bisa disiplin untuk menghindarkan makanan-makanan yang banyak lemak.