Beranda Berita YLKI Minta Pemerintah Bekukan Biro Umrah Bermasalah

YLKI Minta Pemerintah Bekukan Biro Umrah Bermasalah

BERBAGI
Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi/nusantaranews.com

Jakarta, AHAD.CO.ID – YLKI meminta pemerintah untuk membekukan biro travel umrah “nakal”. Enam biro umrah dilaporkan telah menelantarkan calon jamaahnya, dan mempersulit proses pengembalian dana.

“Saat ini sudah ada 22.613 konsumen enam biro umrah tersebut yang mengadu ke YLKI, diperkirakan masih ada puluhan ribu lagi calon jamaah umroh yang terlantar,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam siaran media yang diterima AHAD.CO.ID, Jum’at, (28/7).

Tulus menilai, aksi OJK melarang umroh promo First Travel tidak efektif, “nanggung” dan setengah hati. Menurutnya, umrah First Travel yang bermasalah bukan hanya umrah promo tapi juga umrah reguler. Ia juga mempertanyakan sikap First Travel tidak kooperatif.

“Baik pada Kemenag, OJK, YLKI, dan lainnya, First Travel tidak kooperatif. Mengapa dibiarkan?”

Baca juga :   Terkait Pengusiran Ketum FPI, Begini Tanggapan Ketua Ikatan Dayak Islam

Tulus menilai, mediasi yang sudah dilakukan Kementerian Agama terhadap First Travel tidak efektif. Pihak First Travel selalu tidak hadir, sedangkan undangan dari Kemenag ke YLKI terkesan main-main.

“Undangan sangat mendadak. Baru diterima YLKI pukul 10.00, sedangkan mediasi jam 14.00,” keluh Tulus.

FARA V SYAHRINI