Beranda Gaya Hidup Sayyang Pattu’du Meriahkan Festival Budaya Islam di Mamuju

Sayyang Pattu’du Meriahkan Festival Budaya Islam di Mamuju

BERBAGI

Mamuju, AHAD.CO.ID- Keanekaragaman budaya dan adat istiadat menjadi ciri khas warna Indonesia. Salah satu penghias keanekaragaman itu ada di Provinsi Sulawesi Barat yang hampir separuh penduduknya berasal dari Suku Mandar.

Ada tradisi unik di sini yaitu Sayyang Pattu’du atau “kuda menari” yang sudah menjadi tradisi dalam syukuran untuk merayakan anak-anak kala berhasil mengkhatamkan Alquran sebanyak 30 juz. Syukuran itu dilakukan dalam bentuk arakan keliling kampung dengan kuda yang menari dengan iringan musik rebana yang dimainkan Parrawana.

Dalam rangka memeriahkan gelaran acara Festival Budaya Islam dan Khataman Al Quran TPQ, Pemerintah Kabupaten Mamuju menggelar Sayyang Pattu’du dengan menghadirkan 151 ekor kuda di Mamuju , Selasa (25/7).

Layaknya seorang joki dengan berpegang tali kekang, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin naik di kuda bernomor 001. Nampak disampingnya turut naik kuda bernomor 002 Bupati Mamuju Habsi Wahid. Demikian dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menag mengatakan budaya Sayyang Pattu’du itu tradisi yang luar biasa. Jadi ada kebanggaan pada diri anak-anak ketika dia mampu menghatamkan Alquran suatu prestasi yang bentuk patut disyukuri sekaligus memberikan kehormatan kepada mereka yang telah melakukannya mengkhatamkannya.

Baca juga :   Kesenian Juga Bagian dari Alat Dakwah Islam

“Hanya sayang tadi kuda yang saya tunggangi itu tidak menari, tidak sama seperti ketika saya melihat dari tempat penginapan itu menari luar biasa, saya berpikir keras bagaimana kalau saya ada di punggung kuda itu akan jadi apa saya” kata Lukman.

Meskipun dengan hati yang khawatir itu saya naik juga, tapi nampaknya kuda itu tahu kalau akan ditunggangi oleh seorang Menteri agama jadi dia malu malu tadi narinya itu hanya kepalanya saja yang mengangguk-angguk begitu, tuturnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur tidak terlalu tegang jadinya, ketika menaikki Sayyang Pattu’du” ujar Lukman.

Festival itu dihadiri pula oleh Direktur Penerangan Agama Islam Khoiruddin, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Mastuki, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat Muhdin, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Wahid, dan Kapolda Provinsi Sulawesi Barat Brigjen Nandang,

DANIEL AMRULLAH