Beranda Berita Kloter Pertama Haji Indonesia Siap Terbang 28 Juli Mendatang

Kloter Pertama Haji Indonesia Siap Terbang 28 Juli Mendatang

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, AHAD.CO.ID- Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) tahun 1438H/2017M, kloter pertama jamaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi akan bertolak menuju tanah suci pada 28 Juli 2017.

“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, gelombang pertama pemberangkatan jamaah haji Indonesia akan mendarat di Madinah dan gelombang kedua mendarat di Jeddah,” demikian keterangan tertulis Kemenag yang diterima AHAD.CO.ID, Sabtu (8/7)

Pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama akan berakhir pada 11 Agustus 2017 atau 19 Dzulqa’dah 1438H, sedangkan gelombang kedua yang akan mendarat di Jeddah mulai 20 Agustus 2017 sampai dengan 26 Agustus 2017. Sementara batas pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama dari Madinah ke Makkah pada 20 Agustus 2017.

Setiba di Makkah, jamaah haji Indonesia akan menempati hotel sesuai hasil qur’ah akomodasi (pengundian hotel) yang telah dilakukan.

“Bagi jamaah yang menempati hotel dengan jarak 1.500 meter atau lebih dari Masjidil Haram akan mendapatkan fasilitas bus yang akan melayani jamaah melaksanakan shalat lima waktu (yang biasa disebut bus shalawat) di Masjidil Haram,” tulis keterangan itu.

Jamaah haji tidak perlu mengkhawatirkan kondisi bus shalawat karena semua dalam kondisi prima dan AC yang cukup dingin,

Berikut adalah daftar rute dan nomor bus shalawat yang akan melayani jamaah haji selama di Makkah. Rute 1 : Aziziah Janubiah – Jamarat; Rute 2 : Aziziah Syimaliah 1 – Jamarat; Rute 3 : Aziziah Syimaliah 2 – Jamarat; Rute 4 : Jamarat – Mahbas Jin – Bab Ali; Rute 5 : Syisyah – Syib Amir; Rute 6 : Syisyah Raudhah – Syib Amir; Rute 7 : Syisyah 1 – Syib Amir; Rute 8 : Syisyah 2 – Syib Amir; Rute 9 : Raudhah – Syib Amir; Rute 10 : Bibab/Jarwal – Rea Bakhas/Jiad; dan Rute 11 : Misfalah/Nakkasah – Rea Bakhas/Jiad.

Baca juga :   Pemprov NTB Terima Investasi 10 Juta Dolar dari Saudi

Untuk mempermudah jamaah haji mengenali rute bus shalawat sesuai dengan hotel tempat mereka menginap, Kemenag juga telah menyiapkan tanda berupa warna stiker bus selain nomor rute. Stiker rute akan memuat warna, nomor rute, dan jurusan masing-masing rute.

Stiker sesuai rute tersebut dicetak dua ukuran. Stiker besar akan ditempelkan pada setiap bus shalawat, dan stiker ukuran kecil (ukuran kartu nama) akan dibagikan kepada Jamaah Haji dan dapat dipasang di tas paspor masing-masing. Dengan demikian, jamaah lebih mudah menyesuaikan warna stiker yang terpasang di tas dengan bus shalawat sesuai rute mereka.

DANIEL AMRULLAH