Beranda Gaya Hidup Itaewon, “Surganya” Muslim Korea Selatan

Itaewon, “Surganya” Muslim Korea Selatan

BERBAGI
Itaewon/havehalalwilltravel.com

Seoul, AHAD.CO.ID – Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Seoul, Itaewon terkenal sebagai kota mulitikultural. Tempat ini dulunya merupakan pemukiman tentara Amerika Serikat pasca Perang Korea. Kini, kawasan tersebut ramai dengan beragam etnis, tidak hanya dari barat, tapi juga timur.

Berbeda dengan kota-kota lain di Korea Selatan, Itaewon memanjakan para pemeluk Islam, baik penduduk setempat ataupun pelancong. Di sinilah Islam Korea Selatan berpusat, di tengah-tengah masyarakat beragama Kristen, Katolik, dan Hindu.

Di kota ini berdiri masjid, yang merupakan masjid pertama di Korea Selatan: Seoul Central Mosque. Dibuka pada 1976, masjid ini menjadi sarana untuk mengenalkan Islam bagi masyarakat Korea. Seoul Central Mosque juga menjadi lembaga resmi sertifikasi halal yang bertanggung jawab untuk memberikan label halal bagi makanan-makanan yang akan diekspor.

Seoul Central Mosque/theseoulguide.com

Urusan makanan halal, Itaewon adalah surga. Tak seperti di wilayah lainnya yang susah menemukan makanan halal, di tempat ini umat Islam dapat memilih makanan dengan bebas dan terjamin kehalalannya. Di dekat Seoul Central Mosque terdapat jalan yang sering disebut dengan Islamic Street. Beragam restoran dengan menu khas India dan Timur Tengah hadir di sini.

Berbelanja kebutuhan sehari-hari pun tak sulit. Di jalan ini, berdiri toko-toko Islami. Ada National Food Mart yang menjual aneka bahan makanan bernuansa Islami, dan bahan makanan olahan. Ada juga toko yang khusus menjual aneka daging yang dijamin kehalalan, baik dari sisi dagingnya ataupun proses penyembelihannya. Bahkan, ada juga toko yang menjual buku-buku Islami dengan berbagai bahasa, dan hijab.

Baca juga :   Perancang Busana Asal Indonesia Ini Kembangkan Modest Fashion di Turki
Restoran halal di Itaewon/havehalalwilltravel.com

Sebuah sekolah Islam, Prince Sultan Islamic School, berdiri di lingkungan ini. Sekolah Islam setingkat SD ini adalah hasil kerjasama Arab Saudi dengan komunitas muslim di Korea Selatan. Diresmikan pada 2006, sekolah ini mengajarkan ilmu-ilmu Islam, di samping kurikulum resmi Korea Selatan.

Muslim di Korea Selatan saat ini berkisar 150.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya merupakan pendatang, dan sisanya adalah masyarakat asli Korea Selatan. Itaewon, dengan Seoul Central Mosque-nya telah menjadi rumah yang nyaman untuk mereka, juga bagi para pelancong muslim.

dari berbagai sumber

FARA V SYAHRINI