Beranda Berita KJRI New York Komitmen Berikan Perlindungan Bagi Ustaz Daud Rasyid

KJRI New York Komitmen Berikan Perlindungan Bagi Ustaz Daud Rasyid

BERBAGI
Kantor KJRI New York/Pos Kota

New York, AHAD.CO.ID- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Amerika Serikat menegaskan komitmen untuk terus melakukan perlindungan kekonsuleran terhadap Imam Masjid Indonesia di New York, DR. Daud Rasyid Harun, MA yang ditangkap Dinas Keimigrasian Amerika Serikat.

“Salah satunya dengan terus mengupayakan penyelesaian terbaik bagi yang bersangkutan. Untuk itu, KJRI New York akan terus meningkatkan komunikasi dengan yang bersangkutan dan Dinas Keimigrasian Amerika Serikat,” kata Konsul Jenderal RI di New York, Abdul Kadir Jailani kepada AHAD.CO.ID, Selasa (27/6).

Dia juga menekankan, KJRI telah melakukan perlindungan kekonsuleran sesuai dengan peraturan Amerika Serikat dan memperhatikan kaidah – kaidah hukum internasional.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Dinas Keimigrasian Amerika Serikat dan wawancara dengan yang bersangkutan, KJRI New York sejauh ini tidak memperoleh informasi bahwa Daud Rasyid ditangkap karena tuduhan kriminal.

“Penahanan tersebut sepenuhnya terjadi karena persoalan keimigrasian,” katanya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut dia menjelaskan, KJRI New York telah secara proaktif melakukan langkah–langkah perlindungan setelah Dinas Keimigrasian secara resmi memberitahukan penangkapan Daud Rasyid pada tanggal 19 Juni 2017.

Langkah perlindungan terpenting yang telah dilakukan adalah memastikan semua hak– hak dasar Daud Rasyid, terutama hak memperoleh fair treatment, hak didampingi pengacara terpenuhi. Karena itu, lanjutnya, sebagaimana prosedur tetap perlindungan WNI di luar negeri, KJRI New York telah menjalin komunikasi secara intensif, baik via telpon maupun pertemuan langsung dengan Dinas Keimigrasian dan yang bersangkutan.

“Sejauh ini Daud Rasyid Harun dalam keadaan sehat dan baik serta dapat menjalankan ibadah seperti biasa,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dimiliki KJRI, Ustaz Daud Rasyid tiba di New York sejak bulan Juni 2016 dengan menggunakan Visa B2 (visa kunjungan biasa). Kemudian yang bersangkutan memperoleh visa R-1, yaitu visa untuk mereka yang melakukan kegiatan keagamaan pada suatu lembaga sosial di Amerika Serikat, dalam hal ini Masjid Al-Hikmah.

Baca juga :   HNW: Islam dan Indonesia Tak Bisa Dipisahkan

Selanjutnya pada bulan April 2017, “Pengurus” Masjid Al-Hikmah menyampaikan kepada Dinas Keimigrasian bahwa yang bersangkutan “tidak memiliki status” sebagai Imam di Masjid Al-Hikmah. Meskipun sampai saat ini persoalan kepengurusan Masjid merupakan sengketa hukum perdata yang masih ditangani oleh pengadilan, Dinas Keimigrasian pada tanggal 16 Mei 2017 menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pembatalan visa Daud Rasyid Harun.

“Konsekuensi hukum pembatalan visa tersebut adalah yang bersangkutan kehilangan status keimigrasiannya di Amerika Serikat. Oleh karenanya, pada tanggal 19 Juni 2017, Dinas Keimigrasian Amerika Serikat menahan yang bersangkutan dan akan mengambil langkah–langkah hukum untuk melakukan deportasi,” jelas dia.

Dinas Keimigrasian Amerika Serikat memiliki kewenangan yang luas untuk mengambil langkah – langkah tersebut di atas. Meskipun demikian, Daud Rasyid Harun secara hukum berhak menyampaikan keberatan terhadap semua langkah-langkah tersebut di depan sidang pengadilan keimigrasian.

“Apabila upaya Daud Rasyid tersebut dapat diterima hakim, maka upaya deportasi terhadap yang bersangkutan tidak dapat dilakukan,” kata Abdul Kadir.

DUDY SYA’BANI TAKDIR