Beranda Gaya Hidup Menyibak Jejak Kerajaan Islam di Papua, Masjid Agung Kaimana

Menyibak Jejak Kerajaan Islam di Papua, Masjid Agung Kaimana

BERBAGI
Masjid Agung Kaimana/Indonesia.Travel

Kaimana, AHAD.CO.ID- Ada sebuah masjid yang begitu cantik di Kota Kaimana, Papua. Masjid ini bernama Masjid Agung Baiturrahim Kaimana, akrab disebut Masjid Kaimana. Keindahan arsitektur masjid ini kerap menggoda para wisatawan untuk mengabadikan gambar melalui lensa kamera.

Masjid yang berdiri kokoh tak jauh dari pelabuhan besar Kaimana ini, memiliki delapan pilar berpucuk warna emas mengelilingi satu kubah utama dengan balutan warna senada. Badan masjid didominasi warna putih dengan latar pemandangan laut serta rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Masjid sudah dipugar beberapa kali sehingga masih terlihat apik hingga saat ini.

Berdasarkan keterangan dari laman Indonesia.Travel milik Kementerian Pariwisata RI, Sabtu (24/6), Masjid Agung Baiturrahim Kaimana merupakan salah satu dari sedikit sisa peninggalan Kerajaan Islam Sran Eman Muun yang pernah berjaya di Pulau Adi, Laut Arafuru.

Peninggalan lain seperti istana dan benteng telah dihancurkan oleh bangsa barat dalam perang berkepanjangan. Kini, masjid peninggalan kerajaan Islam Papua ini dapat dilihat di Kampung Sran, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.

Sumber gambar: Indonesia.Travel

Menurut sejarahnya, Kerajaan Sran sangat identik dengan Islam sehingga dibangunlah masjid megah sebagai simbol eksistensi Islam pada masa itu. Pada saat awal perkembangan Islam di sana, Raja Sran menjadi Imam bagi rakyatnya.

Baca juga :   Israel Terus Gerogoti Al Quds dengan Bangun Pemukiman Yahudi

Kemudian, saat perpindahan pusat kerajaan pada abad ke-19, raja mendatangkan warga keturunan Arab dari Maluku untuk menjadi Imam di Kaimana. Kebijakan ini diambil karena ketika itu belum ada satu pun warga yang siap menjadi Imam.

Meskipun kerajaan Islam pernah berkembang di Kaimana, agama Kristen yang dibawa Belanda pada abad ke-20 akhirnya tetap mendominasi. Hal inilah yang membuat masyarakat Kaimana terbiasa hidup dalam lingkungan bahkan keluarga dengan agama berbeda.

Perbedaan yang sudah tumbuh sekian lama di Kaimana itu kemudian melahirkan toleransi yang kuat antara penganut agama berbeda. Toleransi antar agama bahkan masih bertahan hingga kini di tanah Kaimana, Papua.

FADLI ALIEF | DANIEL AMRULLAH