Beranda Headline Madinah Pada Suatu Pagi di Hari Raya

Madinah Pada Suatu Pagi di Hari Raya

BERBAGI
Ilustrasi masjid nabawi di zaman Rasulullah/Ist

AHAD.CO.ID- Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak yang berlari kesana-sini merayakan hari kemenangan.

Namun tiba-tiba Rasulullah melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih, gadis itu memakai pakaian yang ditambal dan sepatu yang telah usang. Rasulullah bergegas menghampirinya. Sembari menyembunyikan wajah dengan kedua tangannya, gadis itu menangis tersedu-sedu.

Dengan penuh kasih sayang, Rasulullah bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”, tanya Baginda Nabi.

Tanpa mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan gadis kecil itu menjawab sembari bercerita : “Pada hari raya yang suci ini aku selalu teringat ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir aku masih bersamanya. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah. Ia berperang bersama Rasulullah, kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi,” sang gadis kecil menahan tangisnya.

Baca juga :   Triwulan I Tahun 2017, Aset BRISyariah Meningkat 17,56%

Setelah Rasulullah mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang, Rasulullah membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu, angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu, Aisyah menjadi ibumu. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?” ujar Rasulullah.