Beranda Kaifa Sang Pengumpul Hadits Shahih itu Pergi di Akhir Ramadan

Sang Pengumpul Hadits Shahih itu Pergi di Akhir Ramadan

BERBAGI
Sumber foto: Wikipedia

Jakarta, AHAD.CO.ID – Terlahir dengan nama Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, di Bukhara pada 13 Syawal 194 H. Imam Bukhari, begitu kaum muslimin mengenalnya, adalah seorang perawi hadits kenamaan. Kitabnya berjudul Al-Jami’ As-Shahih menjadi rujukan umat Islam sedunia karena keseluruhan hadits di dalamnya berkategori shahih.

Selama 16 tahun ia menghabiskan waktu mengunjungi berbagai kota untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits. Dari satu juta hadits yang ia hapal, hanya 9082 hadits –menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani- yang ia tuliskan dalam kitab Al-Jami’ As-Shahih karyanya. Ia menyeleksi dengan sangat ketat hadits-hadits tersebut.  Hanya hadits-hadits yang memiliki sanad (periwayatannya) bersambung, dan dibawa oleh perawi yang tepercaya dan kuat hapalannya yang ia tuliskan dalam kitab yang saat ini dikenal sebagai Shahih Bukhari. Untuk mendapatkan keterangan lengkap tentang sebuah hadits, ia bahkan meneliti karakteristik para perawi hadits tersebut.

Baca juga :   Delapan Cara Menemani Anak Belajar di Rumah, Yuk Kita Lakukan

Salah satu dorongannya untuk menulis Al-Jami’ As-Shahih adalah kedatangan Rasulullah SAW dalam mimpinya. Seorang ahli tafsir mimpi yang ia datangi mengartikan bahwa Imam Bukhari akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang ditulis orang-orang dalam hadits Rasulullah SAW. Ia pun tak pernah main-main dalam menuliskan hadits-hadits Rasulullah SAW. Tak ada hadits yang ditulis tanpa didahului salat Istikharah dan keyakinan bahwa hadits tersebut shahih.