Beranda Ekonomi TGH Zainul Majdi: Transaksi Keuangan Syariah Adalah Perintah Al Quran

TGH Zainul Majdi: Transaksi Keuangan Syariah Adalah Perintah Al Quran

BERBAGI
Islamic Center NTB/Dok AHAD.CO.ID

Mataram, AHAD.CO.ID- Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi menyampaikan transaksi keuangan sejatinya tercantum dalam Al Qur’an. Ayat yang menyebutkan transaksi keuangan adalah ayat yang paling panjang, melebihi panjangnya ayat perintah untuk salat dan zakat.

“Ada dalam Al Quran Al Baqarah ayat 282. Kalau kita menggunakan pemahaman sederhana saja, maka jelas transaksi keuangan itu sangat penting, sehingga Allah SWT menguraikan dalam satu ayat yang panjang,” katanya dalam diskusi “Daya Dukung Sektor Keuangan Syariah dalam Mengembangkan Ekonomi Regional” yang berlangsung di Ballroom Islamic Center NTB, Kamis (15/6).

Lebih lanjut dia menambahkan, ayat-ayat yang berbicara soal transaksi keuangan menjelaskan hubungan muamalah yang melibatkan hak dan kewajiban.

“Di mana ada proses pertukaran, ada transaksi keuangan, atau barang dan jasa, yang rata-rata dijelaskan lebih oleh Allah,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima AHAD.CO.ID, Jumat (16/6).

Menurutnya keuangan Islam mengedepankan sistem yang menjadikan kemanfaatan bersama. Substansi dari transaksi keuangan menghadirkan kesejahteraaan bagi semua.

“Karena itu, keuangan syariah Insya Allah satu ajaran Islam yang mengajarkan rahmat untuk seluruh umat manusia. Tidak hanya akan membuka ruang keadilan bagi umat Islam, tetapi juga keadilan untuk seluruh umat manusia,” ungkapnya.

Baca juga :   Sebanyak 460 Santri TPQ se-Jakarta Utara Ikuti Prosesi Wisuda

Dia menilai diskusi tentang perbandingan antara konvensional dan syariah harusnya sudah selesai. Tahapan sekarang menyiapkan fasilitas sebanyak mungkin bagi fasilitas keuangan syariah agar mudah diakses masyarakat.

“Mengapa itu sebabnya kita di NTB sampai pada satu keputusan untuk mengkonversi Bank NTB menjadi Bank Umum Syariah, yang Insya Allah awal tahun depan bisa beroperasi menjadi bank syariah kedua setelah Aceh,” katanya.

Menurutnya rencana konversi itu mengacu pada pengalaman NTB dua tahun lalu menjadi pionir wisata halal. Ternyata wisata halal membuka pariwisata NTB berkembang dari sebelumnya.

“Artinya, ketika kita adopsi satu kebijakan yang terinspirasi dari nilai ketuhanan yang baik, ternyata bisa memberikan manfaat yang lebih baik dibanding sebelumnya,” pungkas TGB.

Reporter: Ainul Yaqin
Editor: Dudy S Takdir