Beranda Gaya Hidup Ramadan di Praha, Puasa Hingga 19 Jam

Ramadan di Praha, Puasa Hingga 19 Jam

BERBAGI
Muslim Ceko/Net

AHAD.CO.ID- Praha, kota tua di Ceko, menyimpan cerita kehidupan muslim selama Ramadan di sana. Tak seperti Prancis atau Jerman yang memiliki banyak muslim, suasana Ramadan di Praha memiliki tantangan tersendiri bagi umat Islam yang menjadi minoritas di sana.

Alih-alih mendapat suasana Ramadan seperti di negara-negara muslim, umat Islam di Praha seringkali mengalami perbedaan awal Ramadan. Hal ini bukan disebabkan perbedaan metodologi penentuan awal Ramadan, melainkan karena tidak adanya mufti yang dapat memberi mereka petunjuk, kapan harus memulai puasa. Hingga akhirnya, sebagian orang mengikuti awal Ramadan Prancis, dan sebagian sisanya mengikuti Mekah.

Waktu berpuasa pun menjadi tantangan tersendiri untuk mereka, khususnya di musim panas. Mereka makan sahur sekitar  pukul 02.00. Pukul 03.45, matahari terbit, yang artinya mereka harus memulai puasa untuk hari itu. 19 jam kemudian, barulah matahari terbenam dan mereka berbuka puasa.

Berpuasa 19 jam di siang yang panas menimbulkan reaksi non-muslim setempat. Mereka mengkhawatirkan kesehatan teman-temannya yang berpuasa. Mereka menganggap puasa adalah perbuatan ekstreme yang tidak sehat. Namun, umat Islam, seiring berjalannya waktu, dapat menunjukkan bahwa puasa bukanlah perbuatan extreme, dan produktivitas mereka dalam bekerja tidak menurun meski sedang berpuasa.

Baca juga :   Lalui 3000 KM, Sembilan Muslim Inggris Pergi Haji dengan Bersepeda

Keberadaan muslim di Praha menunjukkan geliatnya sejak kekuasaan komunis runtuh. Pada 2001, jumlahnya mencapai 20.000 dan terus bertambah setiap tahunnya. Kebanyakan penganut Islam di Praha adalah pendatang. Masjid pertama di Praha diresmikan pada 1999.

Reporter: Fara V Syahrini
Editor: Daniel Amrullah