Beranda Berita Turki Berusaha Tengahi Pertikaian Diplomatik Saudi-Qatar

Turki Berusaha Tengahi Pertikaian Diplomatik Saudi-Qatar

BERBAGI
Ilustrasi

Ankara, AHAD.CO.ID- Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan melakukan sejumlah panggilan telepon bilateral kepada Pimpinan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan negara-negara untuk meredakan krisis diplomatik Qatar terbaru dengan negara-negara Teluk.

“Presiden kita, yang juga merupakan presiden dari OKI, telah secara aktif terlibat dalam proses penyelesaian masalah tersebut dengan mengadakan panggilan telepon bilateral dengan sejumlah kepala negara Islam dan beberapa orang negara Barat,” pernyataan Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmuş di Ankara, Senin (5/6).

Kurtulmuş berbicara di kabinet, dan menyebutkan upaya Ankara untuk menemukan solusi dengan membuka semua saluran diplomatik dengan Doha, Hurriyet Daily News melaporkan.

“Sebagai Turki, kita ikut bertanggung jawab dan ini bagian dari kita,” tambahnya.

Sekelompok negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni, dengan menuduh negara Teluk yang kaya gas itu mendukung ekstremisme.

Sejumlah pimpinan regional dan global, termasuk Turki dan AS, meminta dialog untuk menyelesaikan perselisihan.

Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman dan Maladewa bergabung dengan Saudi dan Mesir, dalam memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dengan tuduhan Doha memiliki “kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan untuk mengacaukan kawasan, termasuk Ikhwanul Muslimin, Daesh (ISIS) dan Al-Qaeda.”

Baca juga :   Perangi Teroris, Saudi Bentuk Koalisi Kontraterorisme Militer Islam

Dalam sebuah pernyataan tertulis Presiden Turki Erdogan, juru bicara kepresidenan İbrahim Kalın mengatakan, Ankara menerima keputusan sanksi tersebut terhadap Qatar dengan sedih, dan menekankan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan melalui dialog.

“Hubungan antara negara-negara di kawasan ini harus dievaluasi berdasarkan dasar persatuan dibandingkan berdasarkan berita yang tidak berdasar,” kata Kalın.

“Sebagai Turki, kami siap untuk melakukan bagian kami,” tambahnya.

Sumber: Miraj Islamic News Agency
Editor: Daniel Amrullah