Beranda Gaya Hidup Traveling Saat Ramadhan? Ini Ide Anti Mainstreamnya

Traveling Saat Ramadhan? Ini Ide Anti Mainstreamnya

BERBAGI
Bukit Muria/Hamidah Busyrah

Jakarta, AHAD.CO.ID- Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan iman dan takwa di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan melakukan perjalanan religi. Nggak salah traveling saat puasa? Apa nggak takut batal karena haus?

Traveling saat Ramadhan, baik jarak dekat maupun jauh, justru memberikan makna tersendiri bagi para pejalan. Tidak dapat dipungkiri bagi sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa, Ramadhan adalah momentum yang sarat akan emosi spiritual.

Berikut adalah pilihan tempat yang dapat menjadi rekomendasi traveling saat berpuasa

1. Touring masjid

Tahukah Anda, setiap memasuki bulan suci Ramadhan, beberapa masjid di Jakarta dan beberapa daerah memiliki tradisi unik? Mulai dari menikmati penganan berbuka gratis di Masjid Istiqlal sembari mengagumi desain arsitekturnya dan melongok pameran foto lawas tentang awal-mula pembangunan masjid, hingga belajar sejarah zaman kolonial Belanda di Masjid Sunda Kelapa.

Buat yang ingin mendengar ceramah agama bertemakan anak-anak muda, Masjid Al-Azhar dapat menjadi pilihan. Selain itu, i’tikaf di masjid juga dapat dilakukan para pendatang baru yang ingin mengetahui lebih dalam tradisi keIslaman masyarakat di suatu daerah.

2. Ziarah makam Walisongo

Ziarah makam sunan memang bukan sembarang ziarah. Anda akan menemukan beberapa pengunjung yang melafalkan doa-doa dengan jerit tangis yang tersedu-sedan.

Ziarah makam Walisongo adalah cara tepat buat para penikmat sejarah untuk mengetahui awal-mula perkembangan Islam di Pulau Jawa. Siapkan stamina jika ingin kesini karena biasanya pengunjung ziarah makam sunan, membludak saban bulan Ramadhan.

Selain itu, beberapa lokasi, seperti makam Sunan Muria, terletak di puncak bukit Muria di Kudus Jawa Tengah, yang harus dilalui dengan mendaki puluhan anak tangga. Selepas ziarah, keindahan alam Kudus dapat dinikmati dari atas sembari mengucap syukur kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Baca juga :   Tentang Vonis Segera Masuk Tahanan Kepada Ahok

3. Menyusuri jejak sejarah Islam

Wisata jenis ini tidak hanya diperuntukkan bagi para pecinta sejarah dan budaya, tapi juga para penikmat keindahan alam. Sejumlah daerah di Indonesia, seperti Sumatera Barat atau Provinsi Aceh, selain terkenal dengan keindahan alamnya, juga sarat akan sejarah Islam yang tergambar dari rumah dan busana tradisional, masjid-masjid tua, tokoh pejuang, hingga kuliner.

Di Sulawesi Barat, tepatnya di Polewali Mandar, masyarakat suku Mandar memiliki tradisi ziarah masjid di masjid tua Imam Lapeo sembari tadarus Qur’an semalam suntuk selama bulan Ramadhan.

4. Backpacker kedaerah non-Muslim

Berwisata kedaerah non-Muslim bukan hanya menguji iman (karena toko-toko makanan tetap buka seperti biasanya pada siang hari), namun juga melatih pengendalian diri dan tenggang rasa terhadap umat agama lain.

Beberapa daerah wisata di Indonesia yang muslimnya hanya minoritas, seperti Larantuka di NTT atau Minahasa di Sulawesi Utara dapat dijadikan alternatif perjalanan.

Menghargai keberagaman dalam keterbatasan adalah cara terbaik menikmati Indonesia. Namun, pelancong tetap perlu mewaspadai kehalalan makanan yang dijual bebas di pinggir jalan. Jika khawatir, tinggal datangke masjid-masjid setempat, pengurus dan jamaahnya siap membantu informasi untuk kebutuhan Anda.

Siap untuk melakukan perjalanan spiritual saat Ramadhan?

Reporter: Hamidah Buysrah
Editor: Dudy S Takdir