Beranda Headline Pertama Kali Digelar, Kejuaraan Nasional Memanah Horsebrow DAQU Diikuti 130 Peserta

Pertama Kali Digelar, Kejuaraan Nasional Memanah Horsebrow DAQU Diikuti 130 Peserta

BERBAGI
Ketua MPR, Zulkifli Hasan bersama Ustaz Yusuf Mansur membuka Kejuaraan Nasional Memanah Horsebrow/Dok.Daqu

Tangerang, AHAD.CO.ID- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Zulkfli Hasan membuka kejuaraan memanah Horsebrow Tingkat Nasional yang digelar oleh Daarul Qur’an bersama Komunitas Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) di Lapangan Memanah dan Berkuda Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, Ahad 4 Juni 2017.

Dalam sambutannya Zulkifli Hasan mengatakan memanah saat ini sedang menjadi olahraga yang populer di masyarakat. Baginya banyak keuntungan yang bisa diambil dari olahraga memanah seperti melatih disiplin, fokus dan ketrampilan.

“Semoga dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang ikut olahraga memanah ini maka akan timbul budaya baru di masyarakat Indonesia yang penuh disiplin sehingga akan membuat kita menjadi bangsa yang kuat,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga mengapresiasi para peserta yang memakai pakaian daerah masing-masing. Ini menunjukkan Indonesia beragam dan penuh damai.

“Kita memang berbeda-beda tapi jangan sampai beda itu menjadi masalah dan kita tetap saling menghormati satu dan lainnya,” ujar Zulkifli.

Sementara itu Sekjen KPBI Sunaryo Adhiatmoko, mengatakan kejuaraan memanah horsebow ini merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia. Kejuaraan kali ini diikuti oleh 130 peserta dari 12 provinsi.

Baca juga :   Soal Debat Utang, Sri Memang Omdo

Sunaryo menjelaskan olahraga memanah horsebow dengan teknik thum draw ini baru berkembang dalam 3 tahun terakhir di Indonesia. Ia pun berharao kegiatan ini terus berkembang dengan melahirkan banyak pemanah handal.

Kejuaraan memanah tradisional ini sendiri diadakan dalam rangkaian Milad Daarul ke 14 yang jatuh pada 5 Juli 2017 mendatang. Memanah horsebrow dengan teknik thum draw sendiri kini menjadi salah satu ekstrakurikuler yang diajarkan di pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Tangerang.

“Kami mendukung olahraga memanah ini selain untuk membangun dan menjaga warisan budaya bangsa juga untuk mengikuti sunnah rasulullah saw dimana memanah termasuk tiga olahraga selain berkuda dan berenang yang dianjurkan untuk dikuasai oleh muslim,” ujar Ketua Daarul Qur’an, Tarmizi Ashidiq.

Editor: Dudy S Takdir