Beranda Berita Ulama Filipina Desak Pemerintah Hentikan Serangan Udara di Marawi

Ulama Filipina Desak Pemerintah Hentikan Serangan Udara di Marawi

BERBAGI
Tentara pemerintah Filipina memasuki kota Marawi, 25 Mei 2017/Reuters

Marawi, AHAD.CO.ID- Persatuan Ulama Nasional Filipina mendesak Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menghentikan serangan udara di Kota Marawi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan ke media setempat, persatuan ulama itu meminta pasukan pemerintah yang melakukan operasi tempur beralih ke serangan darat, untuk mencegah korban sipil berjatuhan.

“Kami meminta (Duterte) segera menghentikan serangan udara. Jika ingin melanjutkan operasi, gunakanlah serangan darat oleh militer dan polisi sehingga warga sipil akan terlindungi,” kata pernyataan tersebut seperti dikutip dari Kantor Berita Filipina PNA, Selasa (30/5).

Persatuan Ulama juga telah meminta badan pemerintah nasional, seperti departemen kesejahteraan sosial dan kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan warga Marawi, yang kebanyakan telah mengungsi karena bentrokan antara tentara pemerintah dan kelompok militan bersenjata Maute sejak 23 Mei lalu.

“Inilah saatnya Tuan Presiden menunjukkan kepada kita apa yang telah Anda katakan bahwa Anda memiliki darah Maranao. Buktikana bahwa Anda tulus memperbaiki ketidakadilan sejarah yang dilakukan terhadap orang Moros,” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) meminta pemerintah memastikan mekanisme gencatan senjata terus berjalan di lapangan. Setiap operasi militer terhadap kelompok yang melakukan kekerasan di Marawi tidak memicu lebih banyak pertempuran di negara tersebut dan wilayah lain.

Baca juga :   Puluhan Balita Ghouta Korban Senjata Kimia Assad Meninggal

“Memobilisasi militer di Mindanao harus tetap menghormati mekanisme yang terbukti efektif dalam meningkatkan jangkauan bersenjata antara pasukan pemerintah dan Angkatan Bersenjata Islam Bangsamoro,” katanya.

“Sebaliknya, kejadian baru-baru ini menunjukkan bahwa setiap pengabaian terhadap mekanisme ini telah menjadi bencana bagi masyarakat kita dan upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung puluhan tahun di tanah air kita,” kata pernyataan tersebut.

Reporter: Damar AH
Editor: Daniel Amrullah