Beranda Berita Forjim Ajak Publik Hormati Ulama dan Bijak dalam Bermedia Sosial

Forjim Ajak Publik Hormati Ulama dan Bijak dalam Bermedia Sosial

BERBAGI
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, AHAD.CO.ID– Forum Jurnalis Muslim (Forjim) mendukung  organisasi kemasyarakatan yang memberi edukasi publik yang belakangan ini kerap menista dan menghina ulama, bahkan terhadap Islam. Jumlahnya pun kian hari semakin bertambah. Tentu, ini sangat memperihatinkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Forjim tidak setuju dengan istilah intimidasi ataupun kata kekerasan yang ditujukan kepada ormas kemasyarakatan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melanggar hukum dan jauh dari nilai-nilai kesantunan. Bukankah bangsa ini bangsa yang bermoral dan beradab?

“Tentu saja, kami sangat menghargai kebebasan berpendapat dan berekspresi setiap warga negara. Namun, kebebasan jangan dimaknai sebagai bentuk sikap kebablasan tanpa batas,” kata Ketua Umum Forjim, Adhes Satria dalam pernyataan sikap yang diterima oleh AHAD.CO.ID, Senin (29/5).

Baca juga :   Tim Investigasi: Novel Baswedan Sudah Diintai Sejak Beberapa Hari Lalu

Pasca dijatuhi vonis dua tahun penjara kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok atas ucapannya di Kepulauan Seribu, hendaknya menjadi pelajaran yang sangat berharga. Tapi faktanya, hingga saat ini semakin banyak saja publik yang melontarkan fitnah keji, menghina ulama, dan menista agama tertentu.

Forjim sangat menyesalkan, jika ada wacana penghapusan pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Terlebih, masih banyak orang ataupun golongan yang tidak menghormati agama dan ulama, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Desakan penghapusan pasal penodaan agama tersebut, justru menimbulkan kekhawatiran munculnya sikap intoleransi terhadap umat beragama” ujar Adhes, pria jebolan Institut Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.