Beranda Headline Jusuf Kalla Pasang Badan untuk Jokowi, Malah Dituduh Berkhianat

Jusuf Kalla Pasang Badan untuk Jokowi, Malah Dituduh Berkhianat

BERBAGI
Asyari Usman/sumber foto: dokumentasi pribadi

Oleh Asyari Usman
Mantan wartawan BBC*

AHAD.CO.ID- Dua politisi kondang PDIP, Darmadi Durianto dan Adian Napitupulu, dalam beberapa hari ini “menggertak” Wakil Presiden Jusuf Kalla agar tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Adian Napitupulu secara tersirat menyebut Jusuf Kalla dan sejumlah menteri menunjukkan gelagat pengkhianatan terhadap Jokowi.

Yang menarik adalah peringatan Darmadi. Dia mengatakan, “JK jangan terlalu banyak bicara atau berkomentar yang sensitif atau yang aneh-aneh karena JK adalah negarawan dan panutan bangsa ini.”

Terima kasih kepada Pak Darmadi. Pernyataan Anda di atas menyiratkan pengakuan bahwa Pak JK memiliki kualitas kenegawarawanan dan beliau “terpaksa” menunjukkan kenegarawanannya itu dintengah situasi seperti sekarang ini.

Bisa jadi JK sudah capek juga melihat suasana yang berlangsung di Indonesia akhir-akhir ini tetapi pemimpin negara tidak menunjukkan kepemimpinan yang sangat, sangat diperlukan itu. Situasi yang berlangsung memerlukan ketokohan, memerlukan leadership (kepemimpinan) yang tangkas dan otoritatif. Mungkin dalam pemikiran Pak JK, beliau perlu mengisi semacam kevakuman kepemimpinan.

Baca juga :   Ini Maklumat MUI Sumbar Soal Larangan Cadar

Karena itu, Pak JK merasa perlu “keluar dari sarang”-nya dengan niat untuk membantu mengatasi keadaan yang semakin menggerahkan semua pihak. Penilaian yang tepat adalah Pak JK bermaksud “pasang badan” untuk Pak Jokowi supaya rakyat tidak mendapat kesan bahwa lembaga kepresidenan “lipat tangan” saja.

Sayangnya, Adian dan Darmadi salah tangkap; mengira Pak JK mau berkhianat. Adian, dalam orasinya di TIM (15/5/2017), mengeluarkan ucapan bergaya premanisme seperti “kita catat namanya”. Anda tuduh pula seolah Pak Jusuf Kalla didorong oleh “kerakusan untuk berkuasa”.