Beranda Headline Di Sini Satu Orang Minoritas Dipenjarakan, di Singapura 570,000

Di Sini Satu Orang Minoritas Dipenjarakan, di Singapura 570,000

BERBAGI
Asyari Usman/sumber foto: dokumentasi pribadi

Oleh: Asyari Usman
Mantan wartawan Senior BBC*

AHAD.CO.ID- Dari Markas Komando (Mako) Brimob, kami ajak Anda ke Singapura. Supaya kita semua, terutama para pendukung Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bisa mendapatkan penyeimbang perasaan gundah dan marah Anda yang disebabkan oleh hukuman penjara atas mantan gubernur DKI itu.

Kalau di Indonesia hanya ada 1 orang warga minoritas yang terpaksa masuk penjara (itu pun karena putusan pengadilan), di Singapura ada 570,000 orang Melayu (belum lagi minoritas keturunan lain) yang, pada hakikatnya, mendekan di penjara selama puluhan tahun ini, tanpa putusan pengadilan.

Boleh dikatakan, begitu mereka lahir, langsung masuk penjara. Sejak dalam kandungan pun, orang Melayu Singapura sudah harus memulai masa tahanan –sampai nanti mereka akhirnya menghembuskan napas terakhir. Pak Ahok hanya dihukum 2 tahun penjara saja; dan besar kemungkinan akan bebas tak sampai setahun.

Baca juga :   Anies Baswedan Minta Warga Bawa Sajadah Sendiri Saat Salat Jumat

Di Singapura? Orang Melayu dihukum seumur hidup, dan kelihatannya akan berlangsung sampai dunia kiamat. Batin mereka tersiksa. Tidak boleh itu, tidak boleh ini. Banyak yang tidak boleh dilakukan oleh orang Melayu.

Memang bukan penjara model Cipinang, Nusakambangan maupun Mako Brimob. Orang Melayu di Singapura masih bernapas di dalam rumah mereka. Mereka masih bisa pergi ke pasar dan ke sekolah. Tetapi, sesungguhnya penderitaan mereka jauh lebih berat dibandingkan penderitaan yang dialami Pak Ahok di Mako Brimob.