Beranda Mimbar Selamat Yang Mulia Majelis Hakim Ahok!

Selamat Yang Mulia Majelis Hakim Ahok!

BERBAGI

Oleh :Drs. Faizal Kamil, S.H., M.H.
Wakil Ketua Pengadilan Agama Cianjur

AHAD.CO.ID- Sengkarut berbulan-bulan atas penistaan ayat Al Maidah oleh Basuki T Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang potensial membelah bangsa, sementara berakhir dengan jatuhnya putusan hakim. Pernyataan hakim yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum guna menyelesaikan sengketa, telah diucapkan dan harus dianggap benar (Res yudicata pro veritate habiture).

Majelis hakim sebagai pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman, dan pejabat peradilan yang diberi wewenang undang-undang untuk mengadili sesuai kode etik, nyata membaca denyut nadi perasaan umat Islam. Dari tuntutan JPU dengan percobaan menjadi 2 tahun penjara. Alhamdulillah.

Dengan putusan hakim sebagai salah satu bentuk penerapan hukum lewat litigasi, peradilan/yudikatif di samping per UU, sosial dan perilaku mestinya kini menatap kedepan. Dengan putusan hakim tersebut, keadilan, kepastian dan kemanfatan harus terasa karena wajah Ilahi Robbi di muka bumi dalam kasus Ahok ditampakkan.

Demi Keadilan berdasarkan Ketuhanan YME, putusan telah memuat dasar, alasan yang jelas, rinci, mengurai seluruh dakwaan. Diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum, fair trial, fakta hukum dan peristiwa nampak terpapar.

Baca juga :   Mental Budak, Mental Gratisan, dan Revolusi Mental

Hakim telah menggali, mengikuti dan memahami nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Seteguk air atas dahaga yang terasa. Kalau bahasa marketing kita kenal istilah pelayanan, maka tentang keadilan majelis hakim telah memberikan pelayanan prima: 1.To hear courteusly (mendengar dengan sopan beradab ). 2.To answer wisely (menjawab bijaksana,arif) 3.To consider sodenly (mempertimbangkan dalam putusan tanpa terpengaruh). 4.To decide impartially (memutus tidak berat sebelah).

Selamat, Yang Mulia Majelis Hakim telah nyata melaksanakan pesan dalam surat Umar bin khattab pada Musa al As’ari saat memutus perkara. Dalam gemuruh, kita melihat independensi ada pada majelis hakim dan kita bangga atas sikap independensi nya, menjaga benteng keadilan.

Selamat karena amanah dan bersikap adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Alhamdulillah.