Beranda Berita Terkait Pembubaran HTI, PERSIS Ajak Umat Islam Waspada

Terkait Pembubaran HTI, PERSIS Ajak Umat Islam Waspada

BERBAGI
sumber gambar: persis.or.id

Jakarta, AHAD.CO.ID- Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS), Dr. Jeje Zaenudin. MA menegaskan, pengumuman rencana pembubaran HTI oleh Pemerintah harus disikapi seluruh elemen umat Islam dengan hati hati dan penuh kewaspadaan. Sebab selain banyak kejanggalan dalam prosedurnya, juga membuka berbagai spekulasi dampak yang akan ditimbulkannya.

“Bisa terjadi gelombang perlawanan dari internal HTI sendiri, ormas dan elemen masyarakat muslim yang lain juga akan bergerak walaupun berbeda pandangan dengan HTI. Hal itu tentu akan menambah berat beban pekerjaan Presiden Jokowi dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan domestik,” katanya dalam keterangan yang diterima AHAD.CO.ID, Selasa (9/5).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Pemerintah harus mewaspadai kemungkinan meluasnya ketegangan dan konflik horizontal di akar rumput. Kelompok masyarakat yang anti HTI akan semakin agresif menghalangi, membubarkan dan menyerang HTI karena seakan mendapat legitimasi dari rencana pembubaran HTI.

“Belum diumumkan akan dibubarkan saja sudah demikian gencar diserang, apalagi jika resmi dibubarkan. Pro kontra pembubaran HTI bisa jadi meluas. Jika ini yang terjadi maka konflik horizontal antar umat Islam benar-benar dapat terjadi sebagaimana yang didesain oleh musuh-musuh Islam dan musuh-musuh NKRI dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Rencana pembubaran HTI menurutnya juga dapat ditafsirkan sebagai wujud nyata upaya pembungkaman gerakan Islam yang kritis terhadap rezim.

Baca juga :   Ini Kesan Warga Balikpapan Terhadap Yusuf Estes

“Ini adalah testcase dan langkah awal untuk mengancam gerakan Islam lainnya yang dianggap anti rezim seperti FPI, MMI, JAT, dan yang lainnya,” tambahnya.

Dia juga menilai, rencana pembubaran HTI dipandang sebagai kebijakan blunder yang dapat menjadi bumerang bagi rezim Jokowi.

Alih-alih memperkuat posisi Presiden Jokowi yang kekuasannya tinggal dua tahun setengah lagi, tapi justru bisa berubah jadi isu pelengseran presiden, karena dinilai bertindak otoriter dan represif terhadap umat Islam.

“Jika itu yang terjadi maka keputusan untuk membubarkan HTI disadari ataupun tidak adalah pembusukan dari dalam tubuh rezim itu sendiri untuk menjatuhkan kredibilitasnya di pilores 2019. Artinya bahwa kabinet Presiden Jokowi sudah tidak solid lagi,” jelasnya.

Kendati demikian, Jeje mengaku siap mendukung upaya perlawanan hukum yang dilakukan oleh HTI, untuk membuktikan bahwa HTI menghormati hukum yang berlaku di negeri ini.

“Insya Allah banyak elemen umat dan ormas Islam yang siap membela perjuangan hukum HTI,” tegasnya.

Reporter: Fadli Alief
Editor: Dudy S Takdir