Beranda Gaya Hidup Indonesia Tempati Posisi Tiga Destinasi Wisata Halal Dunia

Indonesia Tempati Posisi Tiga Destinasi Wisata Halal Dunia

BERBAGI
Turis dari kapal pesiar MV Clipper Oddesey berkunjung ke Masjid Raya Aceh/Hidayatullah

Jakarta, AHAD.CO.ID- Indeks Wisata Muslim Global ( Global Muslim Travel Index/GMTI) sebagaimana dirilis oleh Mastercard-CrescentRating 2017 menyebutkan Indonesia berada pada posisi ketiga sebagai destinasi wisata muslim dunia tahun ini. Posisi Indonesia naik satu level dari tahun 2016.

GMTI 2016 adalah lembaga penelitian komprehensif untuk mencatat pertumbuhan Wisatawan muslim global, dengan riset di 130 destinasi wisata di seluruh dunia, demikian tulis HalalCorner yang dikutip AHAD.CO.ID, Jumat (5/5).

CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen menyampaikan Indonesia telah mengalokasikan investasi cukup besar bagi sektor pariwisata, khususnya wisatawan mancanegara muslim, hal ini nampak dalam kinerja Indonesia selama dua tahun terakhir.

“Karena itu posisi Indonesia meningkat secara signifikan dalam pasar wisata muslim global,” katanya.

Tahun lalu Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Turki, Uni Emirat Arab dan Malaysia. Posisi pertama diduduki oleh Malaysia, yang mencatat sekitar 6 juta wisatawan muslim berkunjung ke negeri jiran tersebut.

“Sementara Indonesia mencatat sekitar 1,3 – 2 juta wisatawan muslim pada tahun 2015. GMTI memprediksi saat ini total wisatawan muslim yang mengunjungi berbagai negara mencapai angka 117 juta dan pada tahun 2020 diperkirakan angkanya akan meningkat 10 persennya,” jelasnya.

Baca juga :   PP Muslimah Parmusi Lantik Pengurus Wilayah Jawa Barat

Hal ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk mendongkrak kunjungan wisatawan muslim karena banyaknya destinasi wisata di sepanjang kepulauan Indonesia. Untuk itu persyaratan berupa sertifikasi dan literasi halal untuk makanan Indonesia perlu sosialisasikan dan diimplementasikan.

“Pelayanan terbaik kepada pengunjung akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan pasar wisata muslim,” demikian penjelasan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sebuah kesempatan.

Reporter: Ainul Yaqin
Editor: Daniel Amrullah