Beranda Berita Ketua MUI Sumbar: Seruan Menag Soal Ceramah Agama Kental Pesan Sponsornya

Ketua MUI Sumbar: Seruan Menag Soal Ceramah Agama Kental Pesan Sponsornya

BERBAGI

Jakarta, AHAD.CO.ID- Menyikapi surat edaran Kementerian Agama tentang ceramah di Rumah Ibadah, Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar. Menurutnya, surat edaran Kemenag sangat beresiko karena multitafsir.

“Kelemahan pada berbagai aspek dakwah, tidak akan bisa diselesaikan dengan himbauan seperti ini. Saya melihat pesan sponsor lebih kental dibandingkan nuansa ishlah (memperbaiki),” ujar Buya dalam keterangan yang diterima AHAD.CO.ID, Ahad (30/4).

Lebih lanjut menurutnya, seruan Kemenag terkesan menempatkan ulama dan para da’i selama ini pada posisi yang keliru. Sebaliknya pemerintah sangat bersih, tanpa mau melihat aksi dan reaksi atau sebab akibat.

“Alangkah bijaknya bila Menag membicarakan dahulu persoalan ini dengan MUI dan Ormas-ormas Islam, agar seruan ini baik secara teori, tidak cacat dan di lapangan tidak membuat heboh,” kata Buya.

Sebaiknya, imbuh Buya, “Menag itu serius memadamkan api daripada “menggantang” asap,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, kalau semua perusakan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dibiarkan, pemikiran sekuler, liberal dan pluralisme agama diakomodir, dan pemerintah tutup mata terhadap tindakan orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum muslimin, maka seruan Menag ini sangat jauh dari menjernihkan suasana tapi malah menambah keruh kondisi yang terjadi.

Baca juga :   Buku Diary 212 Tak Ada Kaitannya dengan Kasus Jonru

“ataukah Menag ini memang menginginkan dikarueh bana mako ka janieh, dibuat keruh baru dibuat jernih,” tutup Buya.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin pada Kamis (28/04) mengeluarkan 9 seruan terkait ceramah di rumah ibadah. Seruan itu antara lain meminta penceramah tidak mempertentangkan unsur SARA.

Reporter: Damar AH
Editor: Dudy S Takdir