Beranda Ekonomi Triwulan I Tahun 2017, Aset BRISyariah Meningkat 17,56%

Triwulan I Tahun 2017, Aset BRISyariah Meningkat 17,56%

BERBAGI
Ilustrasi

Jakarta, AHAD.CO.ID- Menghadapi Tahun 2017, BRISyariah menggenjot beberapa program, diantaranya selaras dengan program pemerintah, menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.

Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso menjelaskan, Pencapaian kinerja BRISyariah pada Triwulan I Tahun 2017 (TW I 2017) secara umum masih sesuai dengan target perusahaan yang telah ditetapkan. Di tengah kondisi perekonomisn yang masih fluktuatif, BRISyariah masih mencatatkan kinerja yang masih positif dimana pada TW I 2017 perseroan membukukan Aset sebesar Rp28,51 triliun yang secara year on year meningkat sebesar 17,46% apabila dibandingkan Triwulan I tahun sebelumnya yang sebesar Rp24,27 triliun.

“Kontribusi peningkatan Aset BRISyariah masih bertumpu pada penyaluran Pembiayaan. Dimana Pembiayaan yang dibukukan pada TW I 2017 adalah sebesar Rp17,98 triliun atau secara year on year meningkat sebesar 6,45% apabila dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,89 triliun. Segmentasi pembiayaan yang menjadi fokus penyaluran masih pada segmen mikro dan konsumer serta tetap mendorong segmen lainnya untuk terus berkembang,” kata Hadi dalam siaran pers yang diterima AHAD.CO.ID, Kamis (27/4).

Dalam penghimpunan dana pada TW I 2017 BRISyariah telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp23,01 triliun atau meningkat sebesar 13,45% secara year on year dimana DPK TW I 2016 sebesar Rp20,28 triliun. Secara rinci berturut-turut DPK yang mengalami pertumbuhan yaitu Giro meningkat 28,30%, Tabungan meningkat 18,92% serta Deposito meningkat 10,80% secara year on year.

Baca juga :   Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Akan Laporkan JPU Ahok ke Komisi Kejaksaan

“Sementara, realisasi Laba perseroan sebelum pajak pada TW I 2017 tercatat sebesar Rp45,39 miliar,” imbuhnya.

BRISyariah masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi Pembiayaan yang tercermin pada Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada diangka 21,14%.

Menurut Hadi, Di sisi lain Pembiayaan value chain BUMN dan industri terkait infrastruktur menjadi bidikan Kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah pun menjadi sasaran di Tahun 2017 untuk digarap. Selain strategi tersebut di atas tentunya beberapa modifikasi terhadap produk yang sudah ada ataupun peluncuran produk baru menjadi opsi tambahan selain dengan terus meningkatkan sinergi dengan induk perusahaan (Bank BRI).

“Peningkatan teknologi terus dikakukan terhadap produk-produk yang telah ada untuk meningkatkan layanan terhadap nasabah. Peningkatan layanan Haji terus dioptimalkan serta memberikan kemudahan akses bagi calon jamaah Haji terkait penukaran Saudi Arabia Riyal (SAR) untuk kebutuhan selama menunaikan Ibadah Haji,” pungkas Hadi.

Editor: Daniel Amrullah