Beranda Berita Kongres Ulama Perempuan Indonesia Bahas Kekerasan Seksual Pada Anak

Kongres Ulama Perempuan Indonesia Bahas Kekerasan Seksual Pada Anak

BERBAGI
sumber gambar: kupi-cirebon.net

Cirebon, AHAD.CO.ID- Ratusan ulama perempuan Indonesia, aktivis dan akademisi menggelar acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon.

Agenda kongres para da’i perempuan tersebut telah berlangsung dari 25-27 April 2017.

Ketua Panitia KUPI Badriyah Fayumi mengatakan, kongres ini akan membahas tiga isu utama yang dihadapi perempuan dan anak-anak, yaitu perkawinan anak, kekerasan seksual dan perusakan alam dalam konteks keadilan sosial, migrasi dan radikalisme.

“Kongres Ulama Perempuan Indonesia ini akan menjadi ruang perjumpaan para ulama, pemerintah, dengan aktivis, para korban. Untuk saling berbagi pengetahuan, saling berbagi pengalaman,” katanya.

Ratusan aktivis perempuan dari 15 negara hadir dalam seminar ini. Mereka berasal dari Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Filipina, India, Malaysia, Nigeria, Kanada, Kenya, Pakistan, Arab Saudi, Singapura, Thailand, serta para pengasuh pondok dan akademisi dalam negeri.

Baca juga :   Begini Kondisi Novel Baswedan Setelah Operasi Ulang

Hal serupa juga disampaikan oleh aktivis asal Malaysia Zainah Anwar, ini merupakan langkah mulia dalam membangun peradaban keumatan dan kemanusiaan yang asasi.

“Saya sangat mengapresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam menyeleraskan sejumlah kebijakan dan akses yang terbuka bagi kalangan perempuan,” tambahnya.

Ia menilai, tidak ada perlakuan kebijakan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan di Indonesia dan ini perlu diapresiasi setinggi-tingginya.

Bahkan, meski persoalan radikalisasi agama masih ditemukan di Indonesia, namun Zainah Anwar menilai kekokohan Islam Indonesia yang moderat akan mampu meredam masalah itu.