Beranda Gaya Hidup Film Religi Menjual Kreativitas, Bukan Menjual Agama

Film Religi Menjual Kreativitas, Bukan Menjual Agama

BERBAGI

Bekasi, AHAD.CO.ID- Film Religi yang saat ini menghiasi dunia perfilman tidak ada unsur menjual agama, kata penulis skenario “Mengejar Halal”, Ali Ghifar.

“Ada yang bilang banyaknya film religi dewasa ini dikira orang untuk menjual agama, kami membuat film ini untuk berbagi kebaikan dengan cara ini,” katanya seperti dikutp dari Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu (15/4).

Pemikiran itu, menurutnya sangat disayangkan dan dipertanyakan jika datang dari seorang Muslim, karena mengapa disaat orang peduli dengan kebaikan melalui film religi justru dipandang negatif.

“Heran yah sama orang yang berfikiran seperti itu, kenapa coba saat ada film yang membagikan keburukan dengan mengumbar auratnya dan dibayar enggak ada yang protes atau kritik?” tanyanya.

Dia menambahkan, alasannya mengambil judul “Mengejar Halal” bukan hanya untuk mengompori kawula muda agar menyegerakan menikah, tetapi menyempurnakan akhlaq dan agamanya.

Film layar lebar yang dibalut humor tayang di bioskop pada 13 April itu, dalam sehari telah ditonton lebih dari 5000 orang. Film yang mengangkat peristiwa kehidupan yang dialami banyak orang.

Baca juga :   Gelar Tabligh Akbar, GNPF Ulama Bogor Raya Ajak Umat Tolak LGBT

Vivi Afifah, salah satu pemeran dalam film yang hanya menghabiskan 12 hari tersebut, mengungkapkan rasa senangnya karena selain bisa tayang di bioskop, filim berdurasi 90 menit itu beda dengan film religi lainnya.

“Film mengejar halal ini unik, karena film religi tapi dibalut sama komedi. yang bisa diikuti oleh semua orang karena ceritanya sama seperti dalam keseharian kita,” tambahnya.

Editor: Daniel Amrullah