Beranda Berita Pelapor Ahok: Penundaan Sidang Kentara Aroma Politiknya

Pelapor Ahok: Penundaan Sidang Kentara Aroma Politiknya

BERBAGI

Jakarta, AHAD.CO.ID- Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menyesalkan penundaan agenda Pembacaan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Ahok ke-18. Menurutnya alasan JPU belum selesai mengetik tuntutan tidak dapat diterima.

“Karena ketika hakim menawarkan sidang ditunda minggu depan tanggal 17 April, JPU justru menambahkan alasan adanya surat Kapolda Metro Jaya yang meminta sidang pembacaan tuntutan ditunda setelah pilkada. Lalu penasehat hukum Ahok menawarkan tanggal 21 April, karena itu hari Jum’at akhirnya disepakati tanggal 20 April hari Kamis. Jadi tanggal 20 itu justru muncul dari penasehat hukum Ahok. Terlihat kentara sekali seperti sengaja dikondisikan pembacaan tuntutan setelah pilkada DKI putaran dua,” katanya Selasa (11/4).

Menurutnya secara logika sulit dipahami alasan JPU belum selesai mengetik, padahal, lanjut Pedri, pekan lalu JPU siap untuk membacakan tuntutan.

“Kalau pun ditunda kenapa bukan tanggal 17 April? Kenapa pilihannya setelah pilkada DKI selesai? Bukankah kasus hukum tidak boleh dikaitkan dengan politik?. Jadi aroma pengaruh politik begitu kentara dalam penundaan ini,” tegasnya.

Baca juga :   2.000 Pengungsi Asal Afrika diselamatkan di Mediterania

Terkait hal itu, Pedri yang juga pelapor kasus Ahok meminta Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial segera melakukan investigasi penundaan sidang ini.

“Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial betul-betul harus mengawasi Jaksa dan Hakim yang menangani perkara Ahok ini agar bisa dipastikan berjalan pada koridor hukum dan terbebas dari faktor lain seperti faktor politik dan sebagainya,” pungkasnya.

Editor: Beny Aprius