Beranda Berita Dewan Rohingya Eropa: Tahun 2016, Sudah 100.000 Orang Rohingya Diusir dari Kampungnya

Dewan Rohingya Eropa: Tahun 2016, Sudah 100.000 Orang Rohingya Diusir dari Kampungnya

BERBAGI
Relokasi Pengungsi Rohingya di Aceh, 15 Juni 2015/Deendaily

London, AHAD.CO.ID- Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi kembali menuai kritik. Pernyataannya yang membantah telah terjadi pembersihan etnis Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, dianggap kebohongan.

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Ketua Dewan Rohingya Eropa (ERC), Dr Hla Kyaw mengatakan Suu Kyi melontarkan kebohongan dan penipuan tentang kondisi Rohinhya yang terus-menerus diulang.

“Kebohongan Aung San Suu Kyi cukup menakjubkan dan bertentangan dengan kenyataan,” ujar Dr Hla Kyaw seperti dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (9/11) waktu setempat.

“Bahkan sesungguhnya ketika dia berbicara kepada wartawan, angkatan bersenjata Myanmar sedang menangkap dan mengintimidasi orang Rohingya,” imbuh Kyaw.

Ia menyorot penangkapan 11 warga Rohingya yang tidak bersalah baru-baru ini di desa Doe Tan oleh tentara Myanmar. Juga penghancuran masjid di Maungdaw dan beberapa tempat lainnya.

Dalam wawancaranya dengan BBC awal pekan ini, Suu Kyi mengatakan warga etnik Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh disebabkan oleh pertempuran di daerah itu.

“Saya tidak berpikir ada pembersihan etnis yang terjadi,” Kata Suu Kyi.

Namun Kyaw menentang klaim tersebut. Menurut EDC, alasan sebenarnya orang Rohingya melarikan diri karena perkosaan massal, penangkapan, pembunuhan, dan pembakaran rumah oleh angkatan bersenjata Myanmar.

Baca juga :   Terus Defisit, BPJS Kesehatan Terancam Bangkrut

“Jelas ada upaya pembersihan etnis,” katanya. “Hal itu telah didokumentasikan dan disaksikan oleh banyak wartawan independen dan peneliti, termasuk PBB,” ungkap Kyaw.

“Banyak desa di utara Maungdaw, seperti Wa Peik, sudah dibersihkan dari orang Rohingya. Hampir 100.000 orang Rohingya dibersihkan dari tanah leluhur mereka sejak Oktober 2016,” jelas dia.

Suu Kyi mengatakan kepada BBC bahwa Myanmar akan menyambut kembali setiap warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh.

Kyaw menyebut Suu Kyi mungkin tidak memiliki informasi yang memadai atau telah dicuci otaknya oleh propaganda tentara sehingga ia dengan mudah membantah fakta-fakta genosida di lapangan.


Editor : Dudy S Takdir