Beranda Mimbar Cermat Menafsir Mohammad Natsir (Bagian 2, Natsir Sebagai Begawan)

Cermat Menafsir Mohammad Natsir (Bagian 2, Natsir Sebagai Begawan)

BERBAGI
Film Mohammad Natsir, Sang Negarawan/Kitabisa.com

Oleh : Ismail Al-‘Alam
(Mahasiswa tingkat akhir program studi Falsafah dan Agama, Universitas Paramadina)

AHAD.CO.ID- Agar tak jatuh ke dalam penafsiran yang keliru, kita mesti memahami sosok dan pemikiran Mohammad Natsir secara utuh dan padu. Secara ringkas, Natsir dapat dipahami sebagai seorang ulama dan negarawan yang mencintai umat Islam dan bangsa Indonesia. (Lihat tulisan sebelumnya, Cermat Menafsir Natsir)

Sebagai ulama, ia aktif berdakwah sejak usia belia. Ia mendapatkan pendidikan agama langsung dari guru berwibawa, A. Hassan. Ia terlibat di Jong Islamieten Bond (JIB), Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Kegiatan dakwah ini diperkuat oleh pemahamannya yang mendalam atas ajaran Islam, sebagaimana dapat kita simak langsung melalui karya-karyanya. Wawasan yang luas atas khazanah pemikiran Islam maupun kebudayaan Barat telahmembuatnya memiliki kesiapan dalam membangun dan membina bangsa Indonesia, dan itu kian terbukti tatkala ia memasuki dunia politik.

Baca juga :   Selamat, Perlawanan Anda Menjengkelkan Gerakan Komunisme-PKI

Natsir berpolitik dengan penuh martabat di bidang apapun yang pernah digelutinya. Ia menjadi Perdana Menteri, anggota sidang Konstitutante, mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan kemudian tokoh penting di dalam PPP. Meski menyesali kegagalan Piagam Jakarta sebagai dasar negara, ia tak lantas memusuhi kalangan nasionalis sekuler. Perbedaan ideologi yang runcing bukan pembenaran mereka untuk saling menyingkirkan dan abai pada tugas utama mengelola negara.