Beranda Berita PBB Kecam Undang-Undang Larangan Azan yang dibuat Israel

PBB Kecam Undang-Undang Larangan Azan yang dibuat Israel

BERBAGI
Ilustrasi

AlQuds, AHAD.CO.ID- Undang-undang pelarangan azan yang buat oleh Israel menuai banyak protes. Antara lain datang dari Wakil Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq.

Menurut Farhan, PBB terus menekankan perlindungan kebebasan beragama di Israel, demikian dikutip dari MEMO, Senin (13/3).

“Tentu saja kami ingin memastikan hak-hak semua orang, termasuk hak-hak agama dari semua orang agar dihormati,” katanya, Jumat (10/3).

Dia menambakan, peraturan itu masih pada tahap awal dan akan terus dipantau dengan hasil dari peraturan yang berlaku.

Senada dengan Farhan, juru bicara organisasi Yahudi ortodoks di Amerika Serikat yang menentang Zionisme, Neturei Karta, menentang kebijakan pemerintah Israel itu dan berencana akan melakukan protes di New York City.

Baca juga :   Ketum GNPF Ulama: Saya Bukan Pemilik Saham Lapindo Brantas

Sebelumnya Ahad, 12 Februari 2017, Komite Menteri Israel mengesahkan RUU yang melarang azan di masjid menggunakan pengeras suara. Aturan itu akan mencakup rumah ibadah selain masjid. Namun, kalangan sipil mengecam keras langkah pemerintah Israel yang dianggap bertentangan dengan kebebasan beragama.

Wilayah pendudukan Israel selama ini ditempati oleh beragam etnis. Sekitar 17,5 persen di antaranya merupakan etnis Arab yang beragama Muslim.

Meski undang-undang itu tidak menyebutkan agama tertentu, tapi telah populer dengan sebutan “UU muazin”.

Sebelumnya, draf awal ditolak karena dibungkam oleh persamaan sirene yang terdengar di lingkungan Yahudi saat matahari terbenam pada hari Jumat yang menandai dimulainya hari Sabat (Sabtu).