Beranda Berita LPPOM MUI: Waspada Cangkang Kapsul dari Babi

LPPOM MUI: Waspada Cangkang Kapsul dari Babi

BERBAGI

BOGOR, AHAD.CO.ID- Bidang Training dan Sertifikasi Personal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Ir. Nur Wahid, M.Si mengatakan para konsumen Muslim harus mewaspadai cangkang kapsul pada industri farmasi yang terbuat dari babi.

Menurutnya, hingga saat ini, kebutuhan gelatin di Indonesia, sebagai bahan untuk berbagai produk industri, sepenuhnya masih diimpor dari luar. Termasuk untuk membuat cangkang kapsul pada industri farmasi.

“Pernah ada upaya beberapa perusahaan domestik untuk memproduksi gelatin, namun tidak dapat berlanjut. Karena kesulitan bahan baku, gelatin itu harus diimpor, seperti dari Cina, Australia dan negara-negara di Eropa, maka tentu harus dicermati aspek kehalalannya,” kata Nur Wahid dalam kata pengantarnya pada pembukaan Training Sistim Jaminan Halal (SJH), di Global Halal Center Bogor belum lama ini.

Baca juga :   Ulama Bentuk Koppasandi untuk Menangkan Prabowo-Sandi

Gelatin itu sendiri, jelasnya lagi, diproduksi terutama dari bahan baku kulit maupun tulang hewan. Bahan-bahan itu dikumpulkan oleh produsen gelatin dari berbagai (banyak) Rumah Potong Hewan (RPH).

Satu industri gelatin, tidak cukup kalau memperoleh bahan baku hanya dari satu RPH. Sebab, rendemen bahan baku tulang itu sangat rendah, untuk dibuat menjadi gelatin. Hanya sekitar 15-20%. Dari 1 ton tulang, misalnya, hanya dapat dibuat sekitar 200 kg gelatin. Maka, kalau satu industri gelatin memiliki kapasitas produksi 1 ton per harinya, tentu diperlukan sangat banyak bahan baku tulang, yang tidak mungkin akan dapat dipenuhi hanya dari satu RPH.